Aku Senang Saat Hujan Turun

Hujan bisa berarti anugrah untuk rerumputan dan bunga-bunga tengah padang pasir yang tandus. Berharap dia akan turun untuk waktu yang lama dan membuat sungai dengan aliran air yang jernih dan akan terus mengalir. Tapi apa benar dia akan turun untuk waktu yang lama? atau hanya sebentar?

Mungkin perasaan yang aku rasakan saat ini benar-benar sulit untuk diungkapkan, mencobamengerti namun tak pernah dimengerti, mencoba bertahan namun selalu disakiti. Aku hanya manusia biasa, hatiku hanyalah hati biasa yang dapat merasakan pedih dan sakit saat dia goreskan luka. Namun untuk apa aku berkeluh kesah? untuk apa aku mencoba tegar sedangkan hatiku begitu sakit menahan gejolak yang tak dapat kuungkapkan.

Air mata seolah menjadi sahabat yang menemani dan dapat membuat semuanya jadi jauh lebih baik untuk diriku ataupun hatiku. Namun akankah aku menjatuhkan air mataku didepannya? rasanya bagaikan seribu mata sedang menatapku tajam bagai sebilah pisau yang sewaktu-waktu bisa merobek wajahku. Tak dapat ku tahan lebih lama lagi, aku tak mampu, seakan aku ingin pingsan saja sehingga aku tak menjatuhkan air mataku, namun aku tak bisa, aku hanya berdiri didepannya berharap dia cepat berlalu dan aku dapat menangis. Aku ingin bekata dalam hatiku “Tolong katakan pada air mata, untuk bertahan lebih lama lagi”, namun apa dayaku kalau kenyataan yang ada adalah aku tak bisa menahannya. Hatiku mulai menusuk dirinya sendiri sehingga air mataku mulai menyapa. Akupun Pasrah dan hanya ingin menangis dan mengeluarkan seluruh armada angkatan laut air mataku.

Pada saat yang bersamaan Hujan pun turun dengan sangat derasnya. Dia tetap berdiri didepanku seolah menunggu aku untuk menangis dan akan menertawakanku. Kami berdua telah basah kuyup dan apa yang terjadi?! tiba-tiba air mataku jatuh tak terhankan, dan dia tak menyadarinya, mungkin dia berfikir bahwa itu hanyalah air Hujan yang mengalir diwajahku sehingga Dia pun berlalu dan pergi meninggalkanku. Aku pun menatap langit yang seolah tersenyum dan menyuruh pasukan hujan untuk berhenti mengguyur tubuhku yang sudah menggigil kedinginan.

Aku tak pernah menyadari kalau itu adalah hari terakhirku menatap matanya, hari terakhir aku bertemu dengannya, hari terakhir aku ada di dekatnya, hari terakhir aku masih menanggapnya nyata, dan ahari terakhir untukku menangis untuknya.

Maka setiap Hujan turun, aku langsung bergegas keluar rumah dan berlari mengitari halaman depanku, membuat tubuhku basah kuyup. Terkadang orang-orang berkata bahwa aku childist dan masih suka bermain saat Hujan turun. Namun meraka tak pernah menyadari bahwa aku sesungguhnya sedang menangis namun tak akan ada seorangpun yang tahu.

 


 


6 thoughts on “Aku Senang Saat Hujan Turun

  1. HUJAN ADALAH RAHMAT DAN KARUNIA ALLAH SWT KEPADA SEMUA MAKHLUK HIDUP DI MUKA BUMI INI. BAIK MANUSIA, BINATANG DAN TUMBUH-TUMBUHAN.
    DENGAN DATANGNYA HUJAN TANAMAN PUN MENJADI GEMBIRA KARENA TERSIRAM AIR HUJAN.
    SESUNGGUHNYA AIR HUJAN YANG DICIPTAKAN ALLAH SANGATLAH BERSIH, MURNI DAN JERNIH.
    BETAPA LUASNYA RAHMAT DAN KENIKMATAN ALLAH YANG DIBERIKAN KEPADA MANUSIA.
    SESUNGGUHNYA ALLAH MAHA PENGASIH DAN MAHA PENYAYANG

    RAFID – KUDUS INDONESIA.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s