Logika Adalah Penipu Yang Ulung

Sejujurnya itu tergantung diri kita sendiri, maukah kita tertipu olehnya atau kita yang membuatnya menjadi senjata untuk menipu orang lain. Namun percayalah bahwa Logika kita adalah sebuah senjata yang sangat halus, pernahkah kita membersihkan potongan bambu yang sudah di potong-potong? setelah itu ketika kita ingin mandi kita merasakan perih di tangan kita. Itulah cara kerja Logika kita.

Sesungguhnya ini hanyalah sebuah permainan pikiran, saat dia mampu menguasai pikiran anda maka acara pun selesai. Biasanya seorang anak kecil yang sangat mengidolakan Spiderman, pasti ingin mempunyai kostum Spiderman dan berfikir dia bisa melakukan hal yang dilakukan Spiderman dengan mengenakan kostum itu. Saat dia mempunyai kostum itu, hal yang pertama melintas dipikirannya adalah sebentar lagi dia bisa memanjat tembok dan melakukan aksi-aksi seperti yang dia tonton, namun seketika orang tuanya berkata: “Memakai kostum itu tak akan bisa membuatmu memanjat tembok atau bergelantungan, karena itu hanyalah kostum!”, maka anak itu pun akan mulai terdiam dan berfikir bahwa apa yang dikatakan orangtuanya ada benarnya, dan apa yang terjadi? “Kostum itu tak sehebat seperti apa yang dibayangkannya”.

Itu hanyalah satu dari sekian banyak hal yang mungkin telah menipu kita. Trik diatas benar-benar merusak pertimbangan dan pemikiran seseorang seperti halnya mendoktrin.

  • WHAT (Apa itu)

Sesungguhnya dalam pemikiran kita, ada dua cara untuk mengaitkan beberapa kejadian, baik itu sebagai Urutan atau Penyebab. Contoh Urutan “A kemudian B” dalam “hari ini kemudian besok”, sedangkan contoh Penyebab adalah “A maka B” dalam “hujan maka jalanan basah”. Dalam contoh Urutan, A muncul terlebih dahulu kemudian B namun liatlah contohnya mengenai “hari ini kemudian besok” yang ada hanyalah Urutan. Kita tidak bisa berkata kalau hari ini menyebabkan besok. Besok hanya sekedar mengikuti hari ini, bukan disebabkan oleh hari ini. Sedangkan dalam contoh Penyebab A maka B dalam kasus hujan dan jalanan basah, hujan memang terjadi terlebih dahulu dan kemudian menyebabkan jalanan basah.

  • How (Bagaimana hal itu terjadi)

Ketika seseorang menggunakan Trik ini, ia mengubah urutan sedehana menjadi sebuah penyebab tanpa adanya Bukti. Sebagai contoh, masalah timbul di kantor dan seseorang berlari ke arah kalian dan berteriak seolah menyalahkan kalian: “Saya tau, seharusnya kita tidak mengambil keputusan itu 3 bulan lalu. Lihatlah apa yang terjadi sekarang!!!!”, apalagi dia melanjutkan dengan “Tentu saja dari awal aku tidak pernah mau melakukan hal ini, aku bilang kita seharunya menundanya, tetapi apa kamu mendengarkan?? Tidak, kau ingin maju terus. Itu adalah proyek bodohmu dan kamu bilang kamu dapat mengatasi semua yang akan terjadi….. Apa kamu bisa mengatasi hal ini sekarang?!!”.

Kira-kira bagaimana perasaan kalian? merasa bersalah? ingin membela diri? apakah merasa tidak aman? merasa tertekan? saat kalian mulai kehilangan kepercayaan diri kalian dan mulai merasa bersalah, maka kalian telah terjatuh dalam Trik ini.

Sesungguhnya kehebatan Trik ini adalah membuat kalian tertekan dan merasa bersalah, seharusnya kalian memperhatikan Urutan namun pikiran kalian sudah langsung merubahnya menjadi Penyebab.

Perhatikan saat kalimat: “Saya tau, seharusnya kita tidak mengambil keputusan itu 3 bulan lalu. Lihatlah apa yang terjadi sekarang!!!!”. Urutannya adalah “Keputusan yang kita ambil 3 bulan lalu”, dan “Masalah yang timbul sekarang” Jadi, apa masalahnya ?! Tidak ada bukti bahwa keputusan kalian menyebabkan ini terjadi. Keputusan di ambil. Masalah timbul. Dan rasa bersalah kalianlah yang jadi Penyebabnya dan membuat kalian seolah-olah paling bertanggung jawab, namun sesungguhnya kalian telah Tertipu.

  • Action (Tindakan yang kita ambil)

Keesokan harinya kalian menemui orang itu dan berkata “Baiklah, saya akan berkonsentrasi untuk menyelesaikannya” Anda SALAH! kareana anda malah makin memperburuk buruk keadaan anda. Harusnya anda berkata “Maaf pak, Tapi dimana letak KESALAHAN saya?” atau “Saya bisa melihat URUTAN kejadiannya, tapi yang manakah PENYEBABNYA?” atau akui bahwa diri anda salah dengan sabar, namun bukan bersalah karena kejadian ini tapi karena telah berhasil Tertipu.

 


 


4 thoughts on “Logika Adalah Penipu Yang Ulung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s