Diary Of Past Away

Jrengg…jrengg.. volume ada di posisi 94% dan masih jelas terdengar teriakan san-san saat menyanyikan lagu dengan lirik

Save me

Anything was so damn empty

There were just vapors and dust..

ohh lifeThere’s nothing left to hope for something else

Seolah lirik dan kencang nya musik ini bener-bener mukul gua berulang-ulang kali, nampar gua dan mempertahankan gua untuk tetap sadar dengan keadaan dan menerima kenyataan… kenyataan dimana sekarang semuanya udah betul-betul terlambat… untuk gua berharap, beranjak, mengejar, memberi, dan menerima.

depresi-ts

Masih bisa gua ingat kurang lebih 21 Jam yang lalu suaranya masih bisa nemenin gua untuk lewatin satu malam, iya satu malam yang ternyata jadi malam terakhir untuk gua bisa denger suaranya dia, bisa berharap dan bermimpi, dan hanya dalam waktu sekejap semuanya berubah jadi suram banget pas lagi denger @ParamudaRadio, ada penelfon yang masuk dan ternyata itu suara yang gak asing dikuping gua, suara yang dulu jadi alasan untuk gua tersenyum, bahkan lebih down lagi pas dia kirim salam untuk pacarnya yang baru… #cukupnyesek

Gua bukan gak bsa terima keadaan tapi belum bisa, iya gua masih belum bisa terima kenyataan kalo sekarang dia udah dibahagiakan oleh seseorang yang bukan gua. Seolah ada batu yang datang ke wajah gua dan ngebuat gua babak belur… gua kalah, iya gua kalah untuk memperjuangkan apa yang udah bukan hak gua lagi sekarang, bahkan bukan hak gua lagi untuk nulis ini.

Terkadang gua gak ngerti dengan keadaan yang selalu buat gua tersudut kaya gini, rasanya kaya ada di dalam labirin tapi gua terus menghindari pintu keluarnya, seperti sedang nyusun puzzle tapi gua belum punya seluruh kepingan puzzle itu. Gua bahkan belum punya kesempatan untuk bisa menyusun itu semua… gua sadar siapa sih gua ? gua tau kalo gua bukan lagi siapa-siapa untuk dia yang sekarang gua gak tau lagi ngapain dan lagi sama siapa ? gua gak tau dan mencoba untuk gak mencari tau hal yang ujung-ujungnya malah bakalan bikin gua sakit.

Ada hari dimana gua begitu mengenal separuh jalan yang selalu gua lewatin kalo berangkat ke kantor bahkan gua tau gang-gang kecil untuk bisa nyampe lebih cepet ke sana, tapi enggak untuk hari ini, gua lebih memilih untuk tetap ada dijalan yang seharusnya gak gua lewatin karena gua masih ingin ngeliat sekali lagi tempat-tempat disekitar jalan itu, wajah-wajah mereka ketika kejebak macet bisa nyempetin gua untuk bisa menikmati rasa stress orang lain.

Depresi ? jelas dong🙂 dan tulisan ini pengganti air mata gua karena air mata gua keluarnya berupa kata-kata hahaha😀

Tapi semakin jauh gua melihat kebelakang, sebenernya gua tau kok kalo gua pernah tersenyum sama dia, dijalan yang sama, jalan dimana kita masih sama-sama, masih sering main jujur”an, dan setiap momen dimana dia ketiduran di pundak gua pas pulang jalan-jalan.

Dia indah, iya dia akan tetap seindah biasanya, keindahan itu udah bukan milik gua lagi dan udah bukan jadi hak gua, tapi bukan alasan untuk gua berhenti menikmati indahnya dia kan ?

Bukannya gak mau move on, tapi gua pengen menikmati momen ini dulu dan mencoba mengikhlaskan apa yang belum pernah benar-benar gua milikin… gua kalah, iya gua kalah untuk kesekian kalinya, gua kalah karena gua tau gua akan kalah, dan dia akan tetap menjadikan gua sebagai peserta yang kala meskipun gua mencoba sekeras apapun tapi dia selalu bisa untuk mengatur keadaan untuk gua kalah lagi dan lagi.

Gua masih ingin ikut jaga hati dia sekali lagi dan lagi karena dia selalu indah buat gua🙂

Selamat untuk kamu yah😉

Hope you Longlast with Him😉


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s