Let’s Talk About “Citizen Jurnalism”

Howdy pengunjung setia Bewinchester, tulisan Gua kali ini akan mengupas dan membahas tentang apa itu “Citizen Jurnalism”. Sedikit intermezzo sebelum kita merajut kata demi kata yang kritis sampe kepala berasap, inspirasi tulisan kali ini datangnya dari Pacar Gua tercinta yang sedang dalam masa-masa stres karena ngerjain tugas akhir/ skripsi. “Citizen Jurnalism” adalah pokok bahasan yang dia ambil, oleh karena itu Gua ikut belajar supaya bisa bantuin dia nanti untuk ngasih pandangan berbeda tentang apa yang dia tahu dan apa yang Gua tahu. Baiklah udah cukup basa-basinya dan mari kita mulaiūüôā

 

SEJARAH CITIZEN JURNALISM

can-stock-photo_csp11800501

Kehadiran media internet di akhir tahun 1989 diduga adalah sebuah pemacu kuat terjadinya citizen journalism.Internet, dengan kecanggihan yang dimilikinya menawarkan kesempatan yang luas bagi publik untuk dapat menumpahkan ide dan gagasan mereka di situs-situs pribadi yang gratis dan simple yang lebih akrab disebut sebagai blog.
Fenomena berjamurnya blog ini mungkin adalah sebuah bentuk eksistensi diri di dunia, maya bagi seseorang. Namun, lebih dari itu, bila kita lihat dari aspek lain, keberadaan blog ini memacu dunia tulis menulis di kalangan publik. Informasi yang dulu hanya bisa dinikmati dari berbagai media massa melalui goresan tangan seorang wartawan, kini bisa dinikmati di berbagai tempat dengan berbagai tangan selain tangan wartawan.
 Sebenarnya citizen journalism tidak hanya terpatok pada satu media saja, seperti internet. Akan tetapi, mencakup semua jenis media. Hanya saja, memang media internet memiliki kelebihan-kelebihan yang tidak dimiliki media lain. Selain karena aksesnya yang lebih murah dan cepat, media internet pun menawarkan sebuah fasilitas berdialog langsung dengan audiens yang menjadi pembaca atau penikmatnya.
Dalam salah satu situs di internet, ada yang berpendapat bahwa kehadirancitizen journalism salah satunya dipicu oleh sebuah peristiwa yang terjadi di Amerika Serikat, tepatnya tahun 2004. Saat itu dilaksanakan pemilihan presiden Amerika. Bush dari partai Republik dan Kerry dari partai democrat yang bersaing ketat memperebutkan kursi kepresidenan.
Dikatakan dalam situs tersebut bahwa masyarakat AS saat itu merasa jenuh dengan pemberitaan-pemberitaan yang ada di media. Pada akhirnya, mereka melampiaskan seluruh pendapat dan perasaannya ke dalam wadah weblog di mana semua yang mereka fikirkan dan mereka rasakan bisa dipublikasikan dan dibagikan dengan yang lainnya.

DEFINISI CITIZEN JURNALISM

– Menurut Wikipedia

Jurnalisme warga, yang juga dikenal sebagai publik atau jurnalisme partisipasi atau jurnalisme demokratik, adalah tindakan non-profesional yang memainkan peran aktif dalam proses pengumpulan, pelaporan, penelitian dan penyebaran berita dan informasi,‚ÄĚ

РMenurut Ensiklopedi IT

Berita dan komentar dari publik secara luas. Menggunakan situs wiki dan blog-blogs, siapapun dapat memberikan kontribusinya berupa informasi tentang peristiwa yang ada. Juga dikenal sebagai ‚Äújurnalisme warga berkolaborasi‚ÄĚ (collaborative citizen journalism/CCJ), ‚Äúmedia akar rumput‚ÄĚ atau ‚Äúpenerbitan pribadi‚ÄĚ. ¬†Konsep di balik jurnalisme warga adalah banyaknya sukarelawan yang membantu untuk memastikan bahwa informasi itu lebih akurat dibanding kalau dilaporkan hanya oleh satu sumber saja.

РMenurut Jay Rousen

Ketika orang-orang yang sebelumnya dikenal sebagai pemirsa media pers mempunyai kekuatan kontrol untuk berbagi informasi satu sama lain sesama pemirsa media pers, maka itulah jurnalisme warga.

–¬†Sumber Tambahan

* Citizen Journalism adalah praktek jurnalisme yang dilakukan oleh non profesional jurnalis dalam hal ini oleh warga.

* Citizen Journalism (Jurnalisme Warga) adalah warga biasa yang menjalankan fungsi selayaknya jurnalis profesional yang pada umumnya menggunakan channel media baru yaitu internet untuk menyebarkan informasi dan berita yang mereka dapat.

* Citizen Journalism adalah sebuah kegiatan kejurnalistikan yang dilakukan oleh seseorang atau orang biasa bukanlah seorang yang memang bidang yang ia kerjakan. Citizen Journalisme mendekatkan diri bagi seseorang maupun masyarakat untuk bisa menjadikan setiap individu seolah-olah menjadi wartawan. Dimana mereka mampu memberitakan maupun menginformasikan kejadian-kejadian yang berada di lingkunngan mereka kepada publik.

JENIS-JENIS CITIZEN JURNALISM

da beberapa jenis dari citizen journalism ini. Di internet kita bisa menemui berbagai situs dan blog yang mempunyai berbagai bentuk dan penampilan. Namun dari semua bentuk dan penampilan yang beragam tersebut dapat digolongkan menjadi 6 jenis (Artikel di Online Journalism Review oleh J. D.Lasica, tahun 2003), yaitu:

–¬†Partisipasi pemirsa, yakni komentar-komentar yang diberikan oleh pengguna yang dihubungkan dengan kisah-kisah berita,¬†blog-blog pribadi, foto-foto atau video dari¬†kamera pribadi, atau berita lokal yang ditulis oleh sebuah komunitas masyarakat).Featured-Image4

–¬†Berita independen dan situs informasi, seperti¬†Consumer Reports¬†dan¬†The Drudge Report.

–¬†Situs berita yang berdasarkan partisipasi sepenuhnya dari penggunanya, seperti¬†OhmyNews,GroundReport.

–¬†Situs media yang bersifat kolaborasi dan kontribusi, seperti¬†Slashdot,¬†Kuro5hin,¬†Newsvinedan¬†HumanTimes. (Wikimu bisa digolongkan ke dalam jenis ini).

–¬†Berbagai jenis lainnya yang lebih kecil, seperi mailing lists dan email newsletters.

–¬†Situs siaran pribadi, seperti situs siaran video¬†KenRadio.

BENTUK-BENTUK CITIZEN JURNALISM

Seperti yang dikutip dalam buku Mengamati Fenomena  Citizen Journalism, Gibson (Severin dan Tankard, 2005 : 445) mendefinisikan : Dunia maya (cyberspace) adalah realita yang terselubung secara global, di dukung komputer, berakses komputer, multidimensi, artifisal, atau virtual.  Dalam realita ini, di mana setiap komputer adalah sebuah jendela, terlihat atau terdengar objek-objek yang bukan bersifat fisik dan bukan representasi  objek-objek fisik, namun lebih merupakan gaya, karakter, dan aksi  pembuatan data, pembuatan informasi murni (Yudhapramesti, 2007 : 5-6).

Steve Outing pernah mengklasifikasikan bentuk-bentuk citizen journalism sebagai berikut:

–¬†Citizen journalism¬†membuka ruang untuk komentar publik. Dalam ruang itu, pembaca atau khalayak bisa bereaksi, memuji, mengkritik, atau menambahkan bahan tulisan jurnalisme profesional. Pada media cetak konvensional jenis ini biasa dikenal dengan surat pembaca.

–¬†Menambahkan pendapat masyarakat sebagai bagian dari artikel yang ditulis. Warga diminta untuk ikut menuliskan pengalamannya pada sebuah topik utama liputan yang dilaporkan jurnalis.

–¬†Kolaborasi antara jurnalis profesional dengan nonjurnalis yang memiliki kemampuan dalam materi yang dibahas. Tujuannya dijadikan alat untuk mengarahkan atau memeriksa keakuratan artikel. Terkadang profesional nonjurnalis ini dapat juga menjadi kontributor tunggal yang menghasilkan artikel tersebut.

–¬†Bloghouse¬†warga. Bentuknya blog-blog gratisan yang dikenal, misalnya ada¬† wordpress,¬† blogger, atau¬† multiply. Melalui blog, orang bisa berbagi cerita tentang dunia, dan bisa menceritakan dunia berdasarkan pengalaman dan sudut pandangnya.

–¬†Newsroom citizen transparency blogs. Bentuk ini merupakan blog yang disediakan sebuah organisasi media sebagai upaya transparansi. Dalam hal ini pembaca bisa melakukan keluhan, kritik, atau pujian atas apa yan ditampilkan organisasi media tersebut.

–¬†Stand-alone citizen journalism site, yang melalui proses editing. Sumbangan laporan dari warga, biasanya tentang hal-hal yang sifatnya sangat lokal, yang dialami langsung oleh warga. Editor berperan untuk menjaga kualitas laporan, dan mendidik warga (kontributor) tentang topik-topik yang menarik dan layak untuk dilaporkan.

–¬†Stand-alone citizen journalism,¬†yang tidak melalui proses editing.

–¬†Gabungan stand-alone citizen journalism website dan edisi cetak.

–¬†Hybrid: pro + citizen journalism. Suatu kerja organisasi media yang menggabungkan pekerjaan jurnalis profesional dengan jurnalis warga.

–¬†Penggabungan antara jurnalisme profesional dengan jurnalisme warga dalam satu atap. Website membeli tulisan dari jurnalis profesional dan menerima tulisan jurnalis warga.

–¬†Model¬† Wiki. Dalam Wiki, pembaca adalah juga seorang editor. Setiap orang bisa menulis artikel dan setiap orang juga bisa memberi tambahan atau komentar terhadap komentar yang terbit (Yudhapramesti, 2007).

 

PERKEMBANGAN DAN PERAN CITIZEN JURNALISM

citizen_journalism

Kemajuan teknologi informasi secara pasti memberikan andil yang sangat besar dalam pembangunan masyarakat pada masa sekarang ini. Didukung kemajuan teknologi, terutama internet, media massa telah membentuk ruang publik yang sangat luas. Partisipasi warga menjadi terbuka lebar dengan kondisi ini.

Dukungan terhadap jurnalisme warga ternyata juga datang dari kalangan wartawan. Richard Sambrook, wartawan BBC’s World yang mengatakan bahwa sudah terjadi pembentukan jaringan informasi di era global yang memungkinkan munculnya interaksi yang tinggi antara BBC dengan audience. Ia mengamati bahwa para jurnalis BBC harus bisa bekerjasama dengan audience dengan memberi kesempatan untuk kontribusi pada informasi di BBC. Blog  mainstream yang merupakan pelopor dari  citizen journalism di berbagai negara sebagai contoh OhmyNews di Korea Selatan (Semangat Melawan media mainstream).

Di Indonesia, jurnalisme warga juga bisa dibilang sudah mulai berkembang dan kegunaannya dirasakan saat adanya peristiwa-peristiwa besar seperti serangan teroris dan bencana alam.Citizen journalism¬†juga dikaitkan dengan¬†hyperlocalism¬†karena komitmennya yang sangat luarbiasa pada isu-isu lokal, yang ‚Äúkecil-kecil‚ÄĚ (untuk ukuran media mainstream), sehingga luput dari liputan media mainstream.¬†Citizen journalism¬†tidak bertujuan menciptakan keseragaman opini publik. Pemberitaan¬†¬†citizen journalism¬†lebih mendalam dengan proses yang tak terikat waktu, seperti halnya ¬†deadline¬†di mainsteram media.

Perkembangan citizen journalism didukung pula dengan perkembangan citizen media dan sosial media. Sejak tahun 2002-nan, citizen media telah berkembang pesat yang mencoba mencari eksistensi di tengah atmosfer media tradisional. Dengan adanya internet, citizen media mampu menyebarkan informasi dalam bentuk teks, audio, video, foto, komentar dan analisis. Bahkan mampu menjalankan fungsi pers seperti watchdog, filter informasi, pengecekan fakta bahkan pengeditan.

Konten atau isi dari citizen journalism bisa berupa peristiwa, pengalaman,  dan reportase yang termasuk kedalam berita, bisa juga pendapat, ulasan atau analisa yang termasuk kedalam opini, selain itu bisa merupakan gagasan atau ide  seperti tulisan ringan atau catatan harian, fiksi, tips dan tutorial.

Jurnalis warga atau  citizen journalism dapat memanfaatkan media-media yang ada baik mainsteram media ataupun social media. Dalam mainstream media seperti media cetak melalui surat pembaca, media televisi melalui  iwitness dan suara anda, media radio melalui info lalu lintas, media online bisa melalui kolom komentar. Sedangkan social media melalui blog (wordpress, blogspot), Microblog (twitter),  Media  Sosial Blog (kompasiana,  ohmy news, now public),  Situs Pertemanan (facebook, friendster),  Situs foto share (flickr, twitpic),  Situs video share (youtube).

Yenti dkk di Blogdetik (2008] menulis peran dan fungsi citizen journalism sama seperti peran dan fungsi jurnalistik pada umumnya, yaitu sebagai sumber informasi, hiburan, kontrol sosial, hingga agen perubahan. Dengan adanya citizen journalism jaringan informasi dan sumber informasi akan lebih luas. Bahkan citizen journalism sering menjadi sumber informasi penting untuk media mainstream.

 

KEKURANGAN CITIZEN JURNALISM

DIBANDING WARTAWAN

–¬†Menceritakan sebuah kisah tentang kebebasan berpendapat yang kemudian dalam pelaksanaannya cukup membuat insan pers ‚Äėaga‚Äô khawatir. Bagaimana tidak, hal tersebut bisa dikatakan adalah sebuah ladang yang tadinya ekslusif bagi para wartawan, sekarang bisa dimasuki oleh siapapun juga.¬†

– Dalam sebuah situs dikatakan, hal ini bisa jadi adalah sebuah ancaman tentang terbentuknya kekuatan baru di samping kekuatan pers yang legal di mata pemerintah. Ancaman ataupun tidak sebenarnya hal tersebut tergantung dari bagaimana cara kita menyikapinya.

– Suatu fenomena akan menjadi suatu masalah bila kita melihatnya dari sudut pandang negatifnya, tapi bisa saja berubah menjadi suatu hal yang baik bila kita memang bisa mencari nilai-nilai baik dari fenomena itu. Meskipun terkadang pencapaian kea rah itu memerlukan perjuangan yang tidak mudah.

–¬†Berbicara tentang kelemahan dari¬†citizen journalism,¬†yang saya pikirkan saat ini adalah adanya kebebasan berpendapat yang cenderung tidak bertanggung jawab.

РSeorang jurnalis yang professional dan memang bernaung dalam sebuah lembaga yang legal di mata pemerintah dan publik, akan lebih bertanggung jawab dalam hal penyampaian pesan yang ia terima untuk di transfer ke khalayak ramai. Berbeda mungkin dengan kebanyakan dari citizen journalism yang hanya mementingkan keperluan pribadinya saja, tanpa memikirkan lebih lanjut tentang dampak dari berita yang ia siarkan, atau bahkan tanggung jawab apa yang dia emban setelah menuliskan berita itu. 

Contoh konkret dari hal ini misalnya. Seseorang menaruh tulisan provokatif tanpa klarifikasi terlebih dahulu kepada pihak-pihak yang bersangkutan sehingga membuat adanya ketidakstabilan kondisi yang terjadi

–¬†Seorang wartawan, pada umumnya akan lebih memerhatikan masalah tersebut. Meski wartawan pun bisa memprovokasi, tetapi dia tetap memprovokasi secara bertanggung jawab karena dia berada dalam sebuah tatanan hukum yang tak bisa lepas mengikat.

– Dengan adanya kebebasan yang kadang kebablasan ini juga, akhirnya banyak tindakan-tindakan criminal yang terjadi. Semakin bebas mengelurakan pendapat, semakin banyak pula kesempatan untuk terjadinya jurang-jurang yang mendalam antara pihak satu dengan pihak yang lainnya.

 

KELEBIHAN CITIZEN JURNALISM

DIBANDING WARTAWAN

– Saya merupakan salah satu penggemar blog. Sebagai seorang penggemar, saya merasakan betul dampak kegemaran saya mengelola blog dengan penempatan minat saya dalam wadah yang sesuai.

–¬†Sebagai penyuka baca dan tulis, bagi saya keadaan¬†citizen journalism¬†sangat membantu pembelajaran yang ada. Meskipun pada akhirnya bidang yang saya tekuni di kampus, jurnalistik, ‚Äėdirebut‚Äô lahannya oleh publik, tetapi saya percaya bahwasanya kehadiran¬†citizen journalism¬†ini sangat bermanfaat bagi sebuah dinamisasi perkembangan yang dialami oleh insan pers selama ini.

–¬†Selain itu, sebenarnya ketika seseorang menyukai aktivitas tulis menulis, maka ia akan terbiasa dengan sebuah sistematika yang ada dalam kaidah tulis menulis. Artinya apa, dengan adanya¬†citizen journalism,¬†sadar ataupun tidak sebenarnya masyarakat kita sedang belajar bagaimana mengorganisasikan pesan sehingga ia menjadi pesan yang enak dibaca dan bermanfaat bagi orang lain.

–¬†Keberadaan¬†citizen journalism¬†juga sudah barang tentu meningkatkan wawasan masyarakat luas tentang perkembangan isu yang terjadi di dunia. Uniknya lagi, masyarakat sebagai subjek dan objek dari¬†citizen journalism¬†ini akan lebih kritis dalam menghadapi persoalan.

–¬†Satu hal yang terakhir yang diajrkan dari¬†citizen journalism¬†adalah ia mengajari kita arti sebuah perbedaan. Selalu ada perbedaan pendapat, sikap, perilaku. Semua hal itu adalah hal yang wajar, tergantung dari bagaimana masyarakat yang bersangkutan menghadapi perbedaan tersebut.

 

ETIKA CITIZEN JURNALISM

Memang tidak ada batasan baku untuk citizen journalism dalam membuat suatu berita. Namun Citizen journalism juga ada etikanya. Etika tersebut kurang lebih sama dengan etika menulis di media online diantaranya adalah tidak menyebarkan berita bohong, tidak mencemarkan nama baik, tidak memicu konflik SARA dan menyebutkan sumber berita dengan jelas.

 

Sumber :

Daisyawondatu.wordpress.com

En.wikipedia.org

Jurnalistikuinsgd.wordpress.com

Melekmedia.files.wordpress.com

Modul mata kuliah Jurnalisme Online, Yohanes Widodo

http://www.lensanews.com/2011/09/18/etika-citizen-jurnalism/ diakses pada Kamis 19 April 2012 pukul 19.00 WIB.

http://eprints.undip.ac.id/7226/1/journalism_globalisasi_informasi.pdf diakses pada Kamis 19 April pukul 19.00 WIB

http://nurudin.staff.umm.ac.id/download-as-pdf/umm_blog_article_121.pdf diakses pada Kamis 19 April pukul 21.00 WIB

 


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s