Negara Kita Sedang Sekarat

Patung Dewi Keadilan (Lady Justice) atau Justitia, personifikasi kekuatan moral yang mendasari sistem hukum, terutama di Dunia Barat
Patung Dewi Keadilan (Lady Justice) atau Justitia, personifikasi kekuatan moral yang mendasari sistem hukum, terutama di Dunia Barat

Membicarakan tentang hukum, sedikit pusing sih dengernya juga tapi ya kita negara berdaulat dan kita negara hukum oleh karena itu memang mau tidak mau kita harus mulai melek akan hukum karena gua gak mau lagi dibodohi lebih parah dari orang-orang yang mengerti dan sudah melek hukum dari dulu. Jujur saja hukum kita memang miris, entah dimulai dari kapan dan oleh siapa ketika semua bidang aspek sosial dan bermasyarakat mulai dari lembaga hingga ke kantor pemerintahan kita… kinerjanya untuk masyarakat patut dipertanyakan, kinerja untuk negara patut di benahi, tapi untuk diri mereka sendiri harus kita acungi jempol.

Jangan salahkan negara kita atas merosotnya rupiah, sumber kekayaan alam di exploitasi oleh perusahaan asing, tingkat kemiskinan mengkhawatirkan, korupsi, tentang penanganan banjir, kemacetan, atau infrastuktur yah dan masih buaanyak lagi… tapi sekali lagi saya bilang bahwa jangan salahkan negara kita tapi salahkan orang-orang yang kita percayakan untuk ada disana membenahi negara ini yang pada realisasinya malah menyalahgunakan amanat.

untuk orang-orang yang ada disana, kita tidak bisa lagi menggunakan logika atau akal pikiran karena mereka mayoritas dan hampir semua nya orang-orang yang berpendidikan tinggi dan saking tingginya sampe lupa dimana mereka berpijak, lupa akan tanggung jawab… mungkin mereka tidak lupa, hanya saja terlalu sibuk mengurus pekerjaan sampingan yang bisa lebih menguntungkan. Jangan beradu argumen karena mereka terbiasa untuk menjawab pertanyaan yang kita tanya dengan pertanyaan lain dan akan seterusnya begitu, bukan jawaban tapi mengarahkan apa yang kita tanyakan untuk  menjadi pertanyaan lain, bahkan banyak dari mereka hebat dalam pembunuhan karakter. Kritis ? kepada orang-orang yang ada diatas sana cuma akan membuat kita stroke.

Ini semua tinggal “RASA” manusia punya “RASA” dan ketika kepekaan itu hilang karena ambisi yang menggebu-gebu sejak saat itulah maka Logika akal pikiran dan bahkan perilaku tidak dapat menggambarkan kenyataan melainkan kepalsuan akan kenyataan yang mereka mainkan. Gua percaya bahwa masih ada beberapa orang disana yang tulus dan punya “RASA” tapi itu sebelum mereka naik jabatan.

Kondisi negara kita harus kita akui dari sekarang bahwa sudah sangat Sekarat !! memang negara kita besar, kaya, bla..bla..bla.. tapi pertanyaannya untuk apa kita mengangkat kepala dan meneriakkan kehebatan negeri ini tapi itu diatas masyarakat kita yang masih jauh dari kata sejahtera !!! kita patut malu untuk itu, bukan malu dengan negara tapi dengan ketidakmampuan kita untuk mensejahterakan masyarakat yang tinggal di negara yang kita sebut Kaya.

Ketika kita ribut masalah internasional, masalah batas perairan negara, perang di timur tengah, masalah penyadapan oleh tetangga… wew terlalu banyak dan alangkah baiknya kita membereskan dulu masalah internal, masalah yang ada di dalam negara kita dulu.

semua orang mau negara ini lebih dihargai ? mau negara ini disebut macan asia? mau negara ini maju ? mau memajukan perekon0mian ? mau memajukan pendidikan ? pertahan nasional ? infrastruktur ? pangan ? transportasi ? teknologi ? atau apapun itu ketika kita tanyakan maka INDONESIA akan menjawab kita dengan jawaban bahwa INDONESIA sanggup dan INDONESIA bisa… tapi coba pikirin, dan imajinasikan ini baik-baik !

Bayangkan sesaat kemudian, INDONESIA balik bertanya kepada kita  “Semua yang kita bilang bisa INDONESIA wujudin, pertanyaan untuk kita MAU apa ENGGAK ?”  Kemauan untuk memulai, membangun, dan mewujudkan harus di tanya ke diri kita sendiri, dan untuk mewujudkan itu semua kita gak butuh visi dan misi sebanyak 48 atau sampai 50 lembar yang ujung” nya belum tentu direalisasikan, tapi untuk mewujudkan itu cuma dengan 1 tugas, 1 visi, 1 misi, 1 kewajiban, 1 keharusan yaitu :

“SEJAHTERAKAN MASYARAKAT”

NEGARA YANG BESAR ADALAH NEGARA YANG MENYADARI DAN MENGAKUI KELEMAHAN SERTA KEKURANGANNYA DAN MAU UNTUK MEMBENAHI ITU.

MENGAKUI KELEMAHAN BUKANLAH MENJADI LEMAH

GENGSI ATAU MALU ?

KENAPA KITA HARUS MALU UNTUK MENGAKUI ?

BUKANKAH ITU KEJUJURAN ?

KITA HARUS BANGGA KARENA ITU ADALAH KEJUJURAN !

DAN KEJUJURAN ITU ASET NEGARA YANG PALING TINGGI NILAI NYA

KEJUJURAN ADALAH ALAT PERTAHANAN YANG PALING AMPUH UNTUK LUAR DAN DALAM NEGERI

KEJUJURAN ITU ADALAH SUMBER KESEJAHTERAAN

COBA PAKE LOGIKA

KAYA TAPI TIDAK SEJAHTERA ?

BESAR TAPI DIPANDANG KECIL ?

KUAT TAPI TAK MAMPU BERTAHAN ?

COBA PAKE RASA

APAKAH KITA CUKUP REALISTIS SAAT MELIHAT NEGARA INI ?

HARI INI KITA SAMA-SAMA LIHAT NEGARA INI, DAN TANYAKAN KE DIRI KITA MASING-MASING

SAMPAI KAPAN KITA MAU MENUTUP MATA ?

KALO NEGARA INI PUNYA HATI, SUDAH DARI DULU NEGARA INI MENANGIS

SUDAH DARI DULU NEGARA INI MURKA

TAPI NEGARA KITA PUNYA HATI YANG BESAR

DAN MASIH PERCAYA KALO MASIH ADA ORANG-ORANG YANG MAU MAMEMBENAHI

MEMBENAHI NEGARA INI

PERTANYAANNYA SIAPA DAN KAPAN ?

TANYAKAN KE DIRI KITA MASING-MASING

 


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s